Menguak ‘Selingkuh’ Pejabat Aceh

Share
Info Lowongan Kerja Bank BUMN CPNS Pertamina Terbaru 2014
Sejak beberapa tahun lalu dan sampai saat ini, setiap minggu tepatnya pada hari Jumat sore atau hari Sabtu, banyak mobil dinas pejabat dari Aceh ke arah Kota Medan, Sumatera Utara. Ada yang langsung menggunakan plat dinas. Banyak pula di antaranya yang menukar dengan plat hitam. 


Ada juga di antaranya yang membawa mobil pribadi. Pendek cerita, pada hari Sabtu dan Minggu pejabat Aceh Utara meluncur ke Medan. Umumnya mereka beralasan untuk menjaring investor atau untuk rapat urusan dinas. Salah satu alasan paling tepat serta tidak mencurigakan adalah untuk melobi investor dan mengikuti rapat yang digelar di Kota Medan pada salah satu hotel.

Tak heran memang, karena yang meluncur ke Medan selain PNS juga sejumlah anggota dewan perwakilan rakyat dan juga para pengusaha. Seorang pengusaha yang ditemui Kontras, pekan lalu, mengaku dirinya punya cara tersendiri meyakinkan istri agar bisa lolos setiap pekan berliburan ke Medan. Biasanya, kata pria yang enggan disebutkan namanya itu, sebelum hari keberangkatan, ada beberapa orang teman yang sengaja diminta datang ke rumah.

Lantas, sang teman mengobrol panjang–yang tentu ikut didengar sang istri–bahwa ada persoalan yang harus segera dituntaskan pekan itu. Dan satu-satunya cara menyarikan solusinya adalah dengan menggelar rapat di salah satu hotel di Medan, Sumatera Utara. Dengan cara demikian, sang istri menjadi luruh hatinya bahwa si suami berangkat ke Medan memang untuk urusan dinas.

Selain rapat, alasan yang kerap diperdengarkan kepada sang istri adalah menyaring investor di luar Aceh. Sang investor, diceritakan kepada sang istri, tidak bisa datang ke Aceh. Mereka harus ditemui di Medan atau Jakarta. Memang tidak semua agenda atau meeting di luar Aceh punya maksud lain. Sebagiannya merupakan rapat benaran yang membahas persoalan publik.

Nah, gaya pejabat Aceh yang kebanyakan ‘berselingkuh’ pada akhir pekan di luar Aceh juga mendatangkan keuntungan tersendiri bagi daerah tersebut. Sebagai pejabat di sebuah provinsi atau kabupaten, tentu saja mempunyai uang yang lumayan banyak. Tidak mengherankan kalau hotel dan tempat-tempat penginapan di Medan justru penuh pada akhir pekan. Di saat yang sama hotel dan tempat-tempat penginapan di Aceh kosong melompong.

Miliaran uang Aceh tiap minggu mengalir ke Kota Medan. Apalagi untuk Jakarta, sebagai ibukota pemerintahan dan Kota Metropolitan. Banyak uang dari daerah berbagai provinsi di Indonesia mengalir ke Jakarta dengan alasan ‘mencari hiburan.” Ya, Medan, apalagi Jakarta memang menyediakan banyak ‘hiburan’ termasuk yang berhubungan dengan hiburan ‘syahwat.”

Ini juga menjadi salah satu penyebab yang membuat lesunya geliat ekonomi Aceh di akhir pekan. Kini bukan rahasia lagi sebagian pejabat yang sering ke Medan mempunyai rumah di Kompleks Setia Budi dan Komplek Helvetia. Hasil penelusuran Kontras juga menunjukkan, banyak di antara pejabat Aceh yang sudah berhasil digaet oleh “gadis medan” yang umurnya masih muda belia. Malah wanita yang kecantol para pejabat kebanyakan gadis produk di atas tahun 1989-1990.

Untuk mengelabui sang istri, sesekali sekeluarga diajak pergi ke Kota Medan. Mereka dibawa ke tempat rekreasi bersama anak-anak, juga berbelanja ke supermarket. “Ini salah satu trik untuk menghilangkan rasa curiganya sang istri yang mulai sering mimpi aneh, seperti mimpi hilang BH, hilang sandal, dan hilang HP. Ini adalah firasat buruk bagi seorang istri kalau sang suami mulai miring,” kata seorang ‘pengacara’ yang sering menyelesaikan persoalan perselingkuhan pejabat di Aceh Utara ini.

Sebagaimana diungkapkan beberapa istri pejabat di Aceh Utara dan di Lhokseumawe, mereka ada yang melarang suaminya ke Medan. Walaupun alasannya ada rapat dengan bupati dan pihak lain, sang istri tak mau peduli. Beberapa pejabat mengaku kepada Kontras bahwa dalam pekan-pekan ini dirinya menemui kesulitan pergi ke luar Aceh. “Sekarang agak susah, apalagi sejak beredar kasus tersebut di media, kecurigaan istri bahkan kadang berlebih,” kata seorang pejabat.

Bahkan, pada awal bulan Oktober lalu seorang istri camat di Kabupaten Aceh Utara sempat mengadu langsung kepada bos sang suami. Suami dilaporkannya berselingkuh. Kekisruhan rumah tangga saat itu sempat dilaporkan kepada Sekwilda Aceh Utara, Syahbuddin Usman.

Di depan Sekwilda, si istri bertutur bahwa dia dulu mempercayai sang suami yang kerap ke Medan dengan alasan rapat dan menemui investor. Namun, kenyataannya yang disebut rapat adalah “rapat pusat” yang bermakna mereka ke sana untuk berselingkuh atau bahkan untuk menghidupi istri mudanya yang sudah dikawini secara diam-diam.

Penelusuran Kontras, ada pula seorang staf PLN yang ikut ‘kesetrum’ cinta dengan gadis Medan. Kini sang istri melarang yang bersangkutan ke Medan dengan dalih apa pun. Banyak pula yang tidak sekadar membangun hubungan sesaat. Banyak pejabat yang telanjur “hati mendua” tapi belum ketahuan pada keluarganya.

Itu umumnya terjadi karena istri pertama tak banyak bergaul dengan istri pejabat lainnya, sehingga apa yang dilakukan sang suami tak ketahuan. Apalagi dalam satu minggu hanya menghilang dua atau tiga malam saja, otomatis tidak menimbulkan kecurigaan si istri.

Dua hari lalu, Kontras mewawancarai seorang perempuan, sebut saja panggilannya Cut Kak. Istri seorang pejabat di Lhokseumawe ini juga kini telah ‘dikibuli’ sang suami. Awalnya dia tidak curiga sama sekali. Namun, perlahan-lahan tersirat kesan bahwa ada yang aneh dengan tingkah si suami. Beberapa bulan kemudian dia juga bermimpi aneh. “Saya pernah bermimpi baju warna biru yang sangat saya sayangi dipakai wanita lain, “ kata Cut Kak, istri pejabat yang tak bersedia namanya ditulis di sini.

Firasat mimpi Cut Kak itu diceritakan kepada tetangganya. Sang tetangga sambil bergurau mengatakan, “Kamu kalau bermimpi kehilangan baju, nanti ayah sinyak direbut orang,” kata seorang temannya. Ketika itu, Cut Kak mengaku tak percaya dengan tafsir mimpi itu. Eh, empat bulan kemudian menjadi kenyataan. Sang Cut Bang ternyata sudah enam bulan kawin dengan seorang gadis.

Menurut Cut Kak, memang kalau tidak diperhatikan secara serius tidak akan terungkap, apalagi dari pandangan orang lain di luar keluarga inti. Namun, bagi seorang istri dapat merasakan bagaimana bedanya ketika cinta belum bercabang, membandingkan dengan kondisi suaminya yang telah mendua.

Sebagaimana dirasakan Cut Kak, ketika sang suaminya belum “hati mendua” selalu bersikap baik dan tidak banyak bertingkah tatkala di rumah, baik dengan istri maupun dengan anaknya. Namun, setelah “cintanya bercabang” dia menunjukkan sikap yang berbeda. “Antara lain, kebutuhan nafkah batinnya mulai menurun dari sebelumnya, demikian juga dengan sikapnya sering emosional dengan keluarga, “ kata Cut Kak.

Perbedaan lainnya, juga kepeduliannya terhadap keluarga Cut Kak mulai menurun. Biasanya kalau hari-hari libur mengajak Cut Kak pulang ke kampung dengan mobil sambil menikmati angin segar. Namun, setelah cinta mulai bercabang, Cut Bang menjadi jarang mengajak pulang ke kampung halaman.

Dia mulai bertingkah, lebih banyak alasannya ke Medan mengikuti rapat. Dari sikap itulah Cut Kak semakin hari semakin mencurigai. ‘Investigasi’ yang dilakukan Cut Kak akhirnya menguak tabir bahwa si suami telah menikah lagi, persis seperti tafsiran mimpi oleh tetangga.

Hidup mewah
Yang lebih menyakitkan, sebagian pejabat justru membelikan mobil baru dan rumah baru kepada istri mudanya. Kompleks perumahan Heltevia menjadi sasaran bagi pejabat Aceh sebagai tempat berteduh. Hotel berbintang seperti Dharmadeli, Grand Angkasa, Garuda Plaza, Antares, juga kerap menjadi lokasi pencarian hiburan. Selain itu juga ada yang menyewa bungalow bagi yang belum memiliki rumah di Medan.

Sunnah rasul
Kambing hitam yang sering dijadikan alasan kawin lagi adalah untuk menjalankan sunnah Rasul. Setelah ketahuan, Cut Kak pernah bertanya kenapa sang suami kawin lagi. Namun, jawaban yang diberikan justru semakin menyesakkan dada, yakni mengikuti sunnah rasul. “Kenapa sunnah rasul yang diikuti hanya kawin lebih dari satu orang. Kok yang lainnya tidak diikuti.
Suaminya, beber Cut Kak, beribadah saja seperti shalat lima waktu masih sering kelupaan. “Shalat lima waktu masih ‘Meu aneuk rambot, na beungoh tan seupot’, kok yang dianggap sunnah itu yang harus diincar.

Info Lowongan Kerja Bank BUMN CPNS Pertamina Terbaru 2014

0 comments:

Poskan Komentar